Sindrom tourette bisa berkaitan dengan penyakit lain, diantaranya adalah skizofrenia. Aku sendirilah yang mengalami gangguan sindrom tourette dan skizofrenia. Diriku pada awalnya terkena skizofrenia lebih dulu, yaitu pada saat aku kelas 3 SMA. Pada waktu itu aku tidak sadar selama hampir 1 bulan. Pada waktu itu aku tidak ingat apa apa. Selama waktu itu pula aku tidak mengenali lingkungan ku. Aku jadi tidak sadarkan diri ketika itu. Hubungan antara diriku dan dunia luar ketika itu terputus. Aku jadi tidak tahu bagaimana keadaan lingkunganku.
Setelah itu, selama hampir 1 bulan, setelah sadar, maka Alhamdulillah aku pun menjalani kehidupan seperti biasa. Namun keadaan tic ku tidak berubah. Gerenyetku masih tetap ada. keadaan skizofrenia dan gerenyet itu terjadi bersamaan kepada diriku. Oleh karena itu, kadang aku masih mengalami gejala medis penyakit skizofrenia yang masih sering kualami bersama sama dengan gejala tic ku. Tapi dari mengalami skizofrenia dan tic itu aku jadi mendapat pelajaran bahwa keduanya bisa berdampingan satu sama lain dan menjadi diriku yang sekarang. Aku mendapat pelajaran bahwa tidak usah ragu dan malu dengan penyakitmu.Apapun penyakit mu, maka harus kau jalani dengan sabar. Tidak boleh cemas dan merasa gelisah jika kau mendapat penyakit, termasuk 2 penyakit sekaligus. Alhamdulillah, skizofrenia dan tic tidak mengganggu diriku lagi. Apapun yang terjadi harus dihadapi, karena di dunia ini kita mesti tidak luput dari ujian.
Sekarang aku lebih bersyukur dengan penyakitku sekarang. Teman teman lain yang menderita penyakit apapun itu jangan mudah menyerah. Yakinkan Tuhan sebagai penolong mu. Kita harus tetap semangat dalam menghadapi penyakit kita. Semoga kita semua selalu diberikan karunia dari Tuhan dan bisa tetap semangat menjalani hidup. Amin..
Sebuah kisah dan catatan dari penderita gangguan gerak Sindrom Tourette dan Skizofrenia
Selasa, 05 Februari 2013
Selasa, 23 Oktober 2012
Telah Terbit Buku "Catatan Tourette"
Alhamdulillah, buku pertamaku telah terbit. Buku ini berisikan kumpulan puisi dan catatan catatan ku saat aku mengalami gangguan gerak sindrom Tourette.
Judul Buku : Catatan Tourette, Kumpulan Puisi Dan Catatan Penderita Sindrom Tourette.
Penulis : Kurnia Amirullah
Penerbit : Dapur Buku
"Catatan Tourette" adalah buku kumpulan puisi dan catatan yang aku tulis saat aku mengalami gangguan gerak sindrom Tourette. Gangguan ini aku rasakan sejak aku berada di kelas 2 SMA. Saat itulah aku mulai mengalami gejala gejala tics (gerenyet syaraf), gerakan gerakan involuntar dan abnormalitas postural. Selain mengalami tics, aku juga tidak bisa menyeimbangkan postur tubuhku. Gangguan gerak ditambah gerakan selalu membungkuk dan menunduk ini aku rasakan secara terus menerus selama 1 tahun lebih. Gejala gejala tics yang dialami oleh penderita biasanya mengalami fluktuasi, yaitu penderita terkadang mengalaminya secara sering dan terus menerus, tetapi terkadang dialami secara jarang. Namun gejala penyakit ini dapat berkurang setelah dialami selama beberapa tahun. Gangguan ini juga bersifat rekuren, atau bersifat sering kambuh. Tics yang dialami bisa bertambah parah ketika seseorang mengalami tekanan atau stres. Gejala gejala yang dialami selain tics adalah penderita sulit untuk berkonsentrasi dan memusatkan perhatian terhadap suatu hal dalam jangka waktu yang lama. Sehingga tics juga mempengaruhi mental dan fisik. Buku ini aku tulis sebagai catatan motivasi dan hikmah bagi setiap orang yang mengalami sindrom Tourette. Semoga catatan ini dapat memberikan motivasi bagi setiap orang yang mengalami sindrom Tourette.
Bagi teman teman yang ingin memesan buku ini, bisa langsung memesan melalui website Dapur Buku : www.dapurbuku.com.
Judul Buku : Catatan Tourette, Kumpulan Puisi Dan Catatan Penderita Sindrom Tourette.
Penulis : Kurnia Amirullah
Penerbit : Dapur Buku
"Catatan Tourette" adalah buku kumpulan puisi dan catatan yang aku tulis saat aku mengalami gangguan gerak sindrom Tourette. Gangguan ini aku rasakan sejak aku berada di kelas 2 SMA. Saat itulah aku mulai mengalami gejala gejala tics (gerenyet syaraf), gerakan gerakan involuntar dan abnormalitas postural. Selain mengalami tics, aku juga tidak bisa menyeimbangkan postur tubuhku. Gangguan gerak ditambah gerakan selalu membungkuk dan menunduk ini aku rasakan secara terus menerus selama 1 tahun lebih. Gejala gejala tics yang dialami oleh penderita biasanya mengalami fluktuasi, yaitu penderita terkadang mengalaminya secara sering dan terus menerus, tetapi terkadang dialami secara jarang. Namun gejala penyakit ini dapat berkurang setelah dialami selama beberapa tahun. Gangguan ini juga bersifat rekuren, atau bersifat sering kambuh. Tics yang dialami bisa bertambah parah ketika seseorang mengalami tekanan atau stres. Gejala gejala yang dialami selain tics adalah penderita sulit untuk berkonsentrasi dan memusatkan perhatian terhadap suatu hal dalam jangka waktu yang lama. Sehingga tics juga mempengaruhi mental dan fisik. Buku ini aku tulis sebagai catatan motivasi dan hikmah bagi setiap orang yang mengalami sindrom Tourette. Semoga catatan ini dapat memberikan motivasi bagi setiap orang yang mengalami sindrom Tourette.
Bagi teman teman yang ingin memesan buku ini, bisa langsung memesan melalui website Dapur Buku : www.dapurbuku.com.
Senin, 01 Oktober 2012
Lini Buku Tourette Hope
Gerakan Lini Buku Tourette Hope ditujukan untuk siapa saja yang peduli terhadap sindrom Tourette. Untuk penulis yang sudah menulis buku yang membahas tentang sindrom Tourette, anda nanti juga bisa men share dan memuat buku anda di page tersebut. Di page tersebut anda bisa memberikan informasi mengenai detail buku tersebut disertai sinopsis bukunya. Anda juga bisa mereview buku buku yang membahas mengenai sindrom Tourette di Indonesia.
Lewat gerakan Lini Buku Tourette Hope, aku berharap orang orang yang mengalami sindrom Tourette bisa ikut bergabung dan ikut juga mengkampanyekan tentang sindrom Tourette ini agar masyarakat bisa lebih paham mengenai penyakit ini. Gerakan ini diharapkan akan dapat meningkatkan kepedulian tentang sindrom Tourette yang dilakukan dalam bentuk buku. Semoga page ini dapat bermanfaat. Mari bergabung dalam page ini, mari menulis tentang sindrom Tourette, dan mari meningkatkan kepedulian terhadap sindrom Tourette melalui buku !
Page Lini Buku Tourette Hope : http://www.facebook.com/LiniBukuTouretteHope
Selasa, 18 September 2012
Buku Pertama Ku Akan Segera Diterbitkan Di Dapur Buku
Alhamdulillah, segala puji hanya milik Allah. Impian dan harapan ku yang sejak lama aku impikan, yakni menulis dan menerbitkan buku, akan segera menjadi kenyataan. Sejak aku kuliah semester awal, aku sudah berkeinginan untuk menulis sebuah buku. Pada waktu itu bahkan aku mengetik dan memprint naskah ku yang berupa kumpulan puisi kemudian ku bagikan kepada teman ku. Apalagi sejak aku mengalami sindrom Tourette, maka harapan dan impian ku untuk menulis buku juga semakin besar. Aku ingin menuliskan kisah kisah ku dalam menghadapi sindrom Tourette ini agar dapat menjadi motivasi untuk orang lain. Setelah itu, aku pun berniat untuk menerbitkan buku ku di sebuah penerbit. Akhirnya, setelah sekian lama aku mencari penerbit, akhirnya aku memilih untuk menerbitkan buku ku secara self publishing di Dapur Buku.
Aku memilih Paket ISBN dari Dapur Buku karena terdapat fasilitas fasilitas menarik. Diantara fasilitas fasilitas dan keuntungan yang di dapat ketika aku mengambil Paket ISBN di Dapur Buku adalah :
Pertama, aku bebas dalam menentukan ukuran buku, menyusun tata letak buku dan mendesain cover sesuai dengan keinginan ku.
Kedua, buku ku akan mendapat nomor ISBN.
Ketiga, aku akan mendapatkan buku bukti terbit minimal 5 eksemplar.
Keempat, harga untuk paket ISBN termasuk dapat dijangkau oleh penulis.
Kelima, waktu yang diperlukan dalam pengerjaan naskah termasuk cepat.
Itulah diantara manfaat manfaat yang dapat diperoleh ketika kita mengirimkan naskah kita ke Dapur Buku. Dan aku sangat senang akhirnya buku ku akan segera diterbitkan oleh Dapur Buku. Tadi setelah aku selesai shalat Isya, aku sudah mendapat konfirmasi dari pihak Dapur Buku yang menyatakan bahwa besok aku sudah bisa mengirimkan naskah buku ku dan cover buku ku. Alhamdulillah.
Buku pertama ku ini berupa buku kumpulan puisi dan catatan catatan selama aku mengalami sindrom Tourette. Selain merupakan buku kumpulan puisi, juga terdapat kumpulan catatan catatan pada waktu aku mengalami sindrom Tourette. Aku berharap semoga buku ku ini dapat bermanfaat terutama bagi orang orang yang mengalami sindrom Tourette dan gangguan gerak lain. Aku juga mohon doanya agar proses penerbitan buku ku berjalan dengan lancar dan sukses dan bisa memberikan manfaat kepada pembaca. Amin... Di tunggu bukuku ya teman teman.... :)
Aku memilih Paket ISBN dari Dapur Buku karena terdapat fasilitas fasilitas menarik. Diantara fasilitas fasilitas dan keuntungan yang di dapat ketika aku mengambil Paket ISBN di Dapur Buku adalah :
Pertama, aku bebas dalam menentukan ukuran buku, menyusun tata letak buku dan mendesain cover sesuai dengan keinginan ku.
Kedua, buku ku akan mendapat nomor ISBN.
Ketiga, aku akan mendapatkan buku bukti terbit minimal 5 eksemplar.
Keempat, harga untuk paket ISBN termasuk dapat dijangkau oleh penulis.
Kelima, waktu yang diperlukan dalam pengerjaan naskah termasuk cepat.
Itulah diantara manfaat manfaat yang dapat diperoleh ketika kita mengirimkan naskah kita ke Dapur Buku. Dan aku sangat senang akhirnya buku ku akan segera diterbitkan oleh Dapur Buku. Tadi setelah aku selesai shalat Isya, aku sudah mendapat konfirmasi dari pihak Dapur Buku yang menyatakan bahwa besok aku sudah bisa mengirimkan naskah buku ku dan cover buku ku. Alhamdulillah.
Buku pertama ku ini berupa buku kumpulan puisi dan catatan catatan selama aku mengalami sindrom Tourette. Selain merupakan buku kumpulan puisi, juga terdapat kumpulan catatan catatan pada waktu aku mengalami sindrom Tourette. Aku berharap semoga buku ku ini dapat bermanfaat terutama bagi orang orang yang mengalami sindrom Tourette dan gangguan gerak lain. Aku juga mohon doanya agar proses penerbitan buku ku berjalan dengan lancar dan sukses dan bisa memberikan manfaat kepada pembaca. Amin... Di tunggu bukuku ya teman teman.... :)
Selasa, 19 Juni 2012
Refleksi Tourette
![]() |
Waktu itu aku berpikir, mengapa hanya aku saja yang mengalami gejala gejala itu ? Kenapa teman teman ku tidak ada yang berperilaku seperti aku juga ? Gangguan gerak ditambah posisi tubuh abnormal yang aku alami waktu itu sangat terlihat jelas sehingga aku juga menjadi malu dengan teman teman sekelasku. Namun pada waktu itu aku tidak langsung paham dan sadar bahwa ternyata aku menderita sindrom Tourette. Waktu itu aku hanya berpikir bahwa hal itu merupakan suatu hal yang biasa. Namun, ternyata meskipun aku berusaha untuk hidup normal dengan nya, aku tetap merasakan bahwa aku sebenarnya memiliki gangguan, I really have a syndrome... a movement disorder called tics, yang turut menjadi bagian dari kehidupan ku saat ini. Pada waktu pertama kali aku merasakan nya, aku sama sekali tidak menganggap bahwa itu merupakan suatu gangguan, meskipun gejala itu sangat nyata dan betul betul kurasakan. Aku tetap beraktifitas seperti biasa, walau aku waktu itu tahu bahwa aku sebenarnya merasakan ketidaknyamanan dengan kondisi tubuhku saat itu. Namun akhirnya setelah aku menyadari bahwa aku ternyata memiliki gangguan dan keterbatasan ini, aku cukup menjadi sadar dan menerima keadaan ku. Hidupku memang banyak berubah setelah aku mengalami gejala gejala sindrom ini, namun aku rasa aku harus tetap memiliki semangat juang untuk bangkit. Untuk sembuh dan kembali melakukan kegiatan dengan normal seperti sebelum aku sakit. Aku setelah itu menjadi sadar tentang penyakitku dan aku yakin bahwa dengan semangat dan tekad untuk bangkit, maka aku dapat menghadapi penyakit ini dan kembali beraktifitas dengan normal.
Walau kini aku sudah dapat kembali beraktifitas dengan gangguan yang minim, namun aku harus tetap berjuang menghadapi penyakit ku. Kita harus yakin bahwa penderita sindrom Tourette bisa sembuh dan dapat kembali beraktifitas seperti biasa.
Akhirnya aku bisa menerima keadaan ku saat ini. Di kala aku sedang menghadapi penyakit ku ini, aku sekarang banyak membaca tentang penyakit ini dan terus menerus berdoa kepada Allah, semoga aku dapat sembuh dan dapat kembali beraktifitas dengan gangguan yang minimal. Aku harap teman teman yang juga menderita penyakit ini dapat juga kembali semangat dan tetap bisa bermanfaat bagi orang lain. Keep Spirit !
Rabu, 09 Mei 2012
Hindari Stres Dan Depresi Untuk Penderita Sindrom Tourette
Seorang penderita Sindrom Tourette haruslah menghindari stres dan depresi, karena hal itu dapat memperparah gejala gerenyet nya. Gerenyet yang terjadi biasanya timbul karena gangguan emosi. Sering terdapat hubungan antara hebatnya gerakan gerakan itu dan intensitas ketegangan emosional. Jadi stres dapat menjadi penyebab timbulnya gerenyet. Oleh karena itu seorang penderita Sindrom Tourette harus lah mampu melakukan manajemen hidup agar mampu mengendalikan gerenyet nya. Hidup kita harus seimbang. Hindari hal hal yang membuat stres atau depresi. Kita harus mampu melakukan manajemen yang tepat untuk hidup kita. Disini terdapat 2 fokus : yang pertama adalah pekerjaan dan tugas harus bisa kita selesaikan dengan baik dan yang kedua, kita harus menghindari terjadinya tekanan atau stres yang mungkin timbul. Sehingga hasil pekerjaan kita akan dapat terselesaikan dengan baik. Pada intinya, manajemen waktu harus kita laksanakan dengan baik, sehingga hal itu tidak menghambat pekerjaan kita.
Pada dasarnya kita harus menjaga agar kita tidak mudah terkena stres dan depresi. Fokus pekerjaan harus menjadi yang utama, kemudian kita harus menghindari stres agar pekerjaan kita dapat terselesaikan dengan baik. Itulah sedikit tips untuk penderita Sindrom Tourette. Semoga bermanfaat.
Pada dasarnya kita harus menjaga agar kita tidak mudah terkena stres dan depresi. Fokus pekerjaan harus menjadi yang utama, kemudian kita harus menghindari stres agar pekerjaan kita dapat terselesaikan dengan baik. Itulah sedikit tips untuk penderita Sindrom Tourette. Semoga bermanfaat.
Kamis, 19 April 2012
Gejala Dan Ciri Ciri Utama Sindrom Tourette
Orang yang menderita Sindrom Tourette tentu akan terganggu dengan keadaan tubuhnya. Selain berpengaruh pada tubuh, hal tersebut juga berpengaruh pada aspek psikologis penderita. Gangguan gerak yang terjadi terus menerus akan menimbulkan ketidaknyamanan dan stres bagi penderita. Sindrom Tourette yang juga merupakan penyakit neuropsikiatri juga bisa diakibatkan karena tekanan mental (stres atau depresi). Penyakit ini juga diketahui menyerang sel sel syaraf neurotransmitter di otak sehingga neurotransmitter tidak dapat berfungsi dengan baik. Akibatnya akan terjadi gerenyet dan gerakan yang tak terkendali pada tubuh.
Mungkin masih banyak orang yang tidak tahu dan belum bisa membedakan Sindrom Tourette dan penyakit gangguan gerak lain seperti dystonia, chorea, athetosis atau parkinson. Jelas sekali diantara penyakit penyakit tersebut memiliki perbedaan dan dapat dibedakan. Meskipun sama sama penyakit gangguan gerak (movement disorders) tapi di antara penyakit penyakit tersebut terdapat perbedaan dan ciri khas masing masing yang membedakannya dengan penyakit lain. Ciri ciri dan gejala utama yang terdapat pada Sindrom Tourette antara lain :
1.) Adanya tics
Tics disebut juga gerenyet syaraf. Orang yang menderita Sindrom Tourette tidak bisa mengendalikan gerenyet gerenyet yang terjadi pada tubuhnya. Gerakan gerakan yang tak terkendali itu berlangsung secara terus menerus dan mendadak. Gerakan yang terjadi biasanya adalah gerakan yang berlangsung cepat dan stereotype. Gejala awal nya mendadak dan bisa berlanjut hingga semakin parah. Namun gejala gejala itu akan jauh berkurang ketika penderita memasuki usia remaja akhir. Tics yang terjadi pada Sindrom Tourette antara lain adalah tics motorik dan pada beberapa pasien ditemukan tics vokal (berdehem, palilalia).
2.) Masa awal terjadinya gejala penyakit ini adalah sebelum usia 21 tahun
Gejala awal penyakit ini biasanya menyerang pada usia muda. Gejalanya biasanya mulai tampak pada usia 2 tahun sampai dengan 21 tahun, dengan usia rata rata permulaan terjadinya gejala sekitar usia 7 tahun. Permulaan tics biasanya ringan dan jarang, namun dari hari ke hari dapat bertambah parah.
3.) Frekuensi tics harus terjadi berkali kali sehari, hampir setiap hari, selama lebih dari satu tahun, tanpa periode pengurangan selama tahun terjadi yang berlangsung lebih lama dari dua bulan.
4.) Lokasi, jumlah, frekuensi, jenis, kompleksitas atau keparahan tics harus berubah dari waktu ke waktu.
5.) Gangguan ini dapat menyebabkan stres yang ditandai oleh penurunan yang signifikan dalam hal belajar, pekerjaan dan sosial.
6.) Selain gangguan tics, penderita juga kesulitan untuk memusatkan perhatian dan berkonsentrasi terhadap suatu hal. Penderita bisa kehilangan konsentrasi dan tidak bisa memusatkan perhatiannya terhadap suatu hal dalam jangka waktu yang lama.
7.) Terjadi keanehan gerak tubuh
Pada penderita Sindrom Tourette, jelas nyata terlihat bahwa penderita tidak bisa menyeimbangkan posisi tubuhnya. Terjadi keanehan dalam setiap gerakan dan dapat menimbulkan gerakan postur yang abnormal.
8.) Penyakit ini juga sangat berkaitan dengan faktor psikologis
Stres dan depresi juga berkaitan dan sangat berpengaruh terhadap penyakit ini.
9.) Biasanya penderita Sindrom Tourette juga memiliki gejala neuropsikiatri lain yang terkait seperti OCD (Obsessive Compulsive Disorder) dan anxiety (gangguan kecemasan).
Itulah ciri ciri utama dari Sindrom Tourette. Penyakit ini memang memiliki persamaan dengan dystonia, namun keduanya berbeda. Ada ciri ciri utama yang membedakan penyakit ini dengan dystonia. Begitu juga dengan chorea dan athetosis. Ciri ciri penderita chorea adalah mereka tidak dapat mempertahankan postur yang berkelanjutan. Sementara perbedaan nya dengan Parkinson dapat dibedakan. Gejala awal Sindrom Tourette terjadi pada usia muda, sedangkan gejala awal Parkinson terjadi pada usia tua. Itulah gejala dan ciri ciri utama Sindrom Tourette dan perbedaannya dengan gangguan gerak (movement disorders) lain. Semoga bermanfaat.
Mungkin masih banyak orang yang tidak tahu dan belum bisa membedakan Sindrom Tourette dan penyakit gangguan gerak lain seperti dystonia, chorea, athetosis atau parkinson. Jelas sekali diantara penyakit penyakit tersebut memiliki perbedaan dan dapat dibedakan. Meskipun sama sama penyakit gangguan gerak (movement disorders) tapi di antara penyakit penyakit tersebut terdapat perbedaan dan ciri khas masing masing yang membedakannya dengan penyakit lain. Ciri ciri dan gejala utama yang terdapat pada Sindrom Tourette antara lain :
1.) Adanya tics
Tics disebut juga gerenyet syaraf. Orang yang menderita Sindrom Tourette tidak bisa mengendalikan gerenyet gerenyet yang terjadi pada tubuhnya. Gerakan gerakan yang tak terkendali itu berlangsung secara terus menerus dan mendadak. Gerakan yang terjadi biasanya adalah gerakan yang berlangsung cepat dan stereotype. Gejala awal nya mendadak dan bisa berlanjut hingga semakin parah. Namun gejala gejala itu akan jauh berkurang ketika penderita memasuki usia remaja akhir. Tics yang terjadi pada Sindrom Tourette antara lain adalah tics motorik dan pada beberapa pasien ditemukan tics vokal (berdehem, palilalia).
2.) Masa awal terjadinya gejala penyakit ini adalah sebelum usia 21 tahun
Gejala awal penyakit ini biasanya menyerang pada usia muda. Gejalanya biasanya mulai tampak pada usia 2 tahun sampai dengan 21 tahun, dengan usia rata rata permulaan terjadinya gejala sekitar usia 7 tahun. Permulaan tics biasanya ringan dan jarang, namun dari hari ke hari dapat bertambah parah.
3.) Frekuensi tics harus terjadi berkali kali sehari, hampir setiap hari, selama lebih dari satu tahun, tanpa periode pengurangan selama tahun terjadi yang berlangsung lebih lama dari dua bulan.
4.) Lokasi, jumlah, frekuensi, jenis, kompleksitas atau keparahan tics harus berubah dari waktu ke waktu.
5.) Gangguan ini dapat menyebabkan stres yang ditandai oleh penurunan yang signifikan dalam hal belajar, pekerjaan dan sosial.
6.) Selain gangguan tics, penderita juga kesulitan untuk memusatkan perhatian dan berkonsentrasi terhadap suatu hal. Penderita bisa kehilangan konsentrasi dan tidak bisa memusatkan perhatiannya terhadap suatu hal dalam jangka waktu yang lama.
7.) Terjadi keanehan gerak tubuh
Pada penderita Sindrom Tourette, jelas nyata terlihat bahwa penderita tidak bisa menyeimbangkan posisi tubuhnya. Terjadi keanehan dalam setiap gerakan dan dapat menimbulkan gerakan postur yang abnormal.
8.) Penyakit ini juga sangat berkaitan dengan faktor psikologis
Stres dan depresi juga berkaitan dan sangat berpengaruh terhadap penyakit ini.
9.) Biasanya penderita Sindrom Tourette juga memiliki gejala neuropsikiatri lain yang terkait seperti OCD (Obsessive Compulsive Disorder) dan anxiety (gangguan kecemasan).
Itulah ciri ciri utama dari Sindrom Tourette. Penyakit ini memang memiliki persamaan dengan dystonia, namun keduanya berbeda. Ada ciri ciri utama yang membedakan penyakit ini dengan dystonia. Begitu juga dengan chorea dan athetosis. Ciri ciri penderita chorea adalah mereka tidak dapat mempertahankan postur yang berkelanjutan. Sementara perbedaan nya dengan Parkinson dapat dibedakan. Gejala awal Sindrom Tourette terjadi pada usia muda, sedangkan gejala awal Parkinson terjadi pada usia tua. Itulah gejala dan ciri ciri utama Sindrom Tourette dan perbedaannya dengan gangguan gerak (movement disorders) lain. Semoga bermanfaat.
Langganan:
Postingan (Atom)


